Is It True That, Tobacco Cure Cancer? / Benarkah, Tembakau Menyembuhkan Kanker ?


Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, 400.000 orang Indonesia meninggal akibat merokok setiap tahun, sementara yang lain mati 25.000 dari merokok pasif, namun itu tidak menghentikan para petani tembakau dan legislator dari menantang hukum yang mengakui tanaman sebagai adiktif dan berbahaya bagi kesehatan.  Mereka baru-baru ini pergi ke pengadilan menyerukan teori seorang Dokter dan mengklaim tembakau pada kenyataannya merupakan alternatif murah untuk obat yang lebih mahal, dan menghilangkan kecemasan, menenangkan saraf dan konsentrasi meningkat.  Seorang profesor farmakologi bahkan mengatakan kepada hakim ia tidak pernah mendengar ada orang meninggal akibat merokok…

 According to the World Health Organization, 400,000 people die of smoking Indonesia every year, while others die from passive smoking 25,000, but that doesn’t stop the tobacco farmers and legislators of challenging laws that acknowledge the crop as addictive and harmful to health.  They recently went to a court called on the theory of a doctor and claim the tobacco is in fact a cheap alternative to the more expensive drugs, and eliminate anxiety, soothe the nerves and concentration increases.  A Professor of Pharmacology in fact told the judge he had never heard of anyone dying from smoking …

Kebanyakan dokter mengklaim asap tembakau menyebabkan penyakit serius, tetapi pada sebuah klinik, di Indonesia, itu digunakan sebagai obat untuk kanker, autis atau emfisema.

 Most physicians claimed to tobacco smoke causes serious illness, but in a clinic, in Indonesia, it was used as a cure for cancer, autism or emphysema.

Di negara-negara barat kebanyakan, sebuah klinik yang menggunakan tembakau sebagai obat akan ditutup segera, tetapi di kota Jakarta, itu salah satu pusat pengobatan tersibuk.  Orang yang menderita penyakit serius, beberapa ironisnya disebabkan oleh merokok bertahun-tahun, datang ke sebuah klinik mencari penyembuhan ajaib yang terkait dengan asap tembakau.  Pendirinya, seorang Dokter mengatakan kepada AFP bahwa ia telah merawat lebih dari 60.000 orang dari seluruh dunia, dalam sepuluh tahun terakhir.

In most Western countries, a clinic that using tobacco as a drug will be closed soon, but in the cities of Jakarta, is one of the busiest centres of treatment.  People suffering from serious diseases, some are caused by smoking years ironically, come to a clinic in search of the miraculous cures associated with tobacco smoke.  Its founder, a doctor told AFP that he had treated more than 60,000 people from all over the world, in the last ten years.

Dengan rokok tembakau menjadi lebih dan lebih populer di Indonesia, klinik tersebut tidak dalam bahaya ditutup, karena pemerintah mengumpulkan pajak industri.  Tradisi lama yang berkaitan dengan tembakau, dan iklan yang agresif dari perusahaan rokok berharap untuk mendapatkan pijakan baru di daerah, setelah kehilangan tanah di dunia barat, yang menyebabkan peningkatan jumlah pemuda Indonesia untuk merokok.

 With cigarette tobacco became more and more popular in Indonesia, the clinic was not in danger of being closed, as the Government collects the tax industry.  Old traditions related to tobacco, and aggressive advertising of cigarette companies hoping to get a foothold in the region, after losing ground in the Western world, which led to an increase in the number of youth of Indonesia for smoking.

Sumber Terjemahan dari/Source of Translation : Tobacco Cures Cancer?

Posted in Tak Berkategori